Laporan : Joe
Editor : Yogie Ps
Semarang Selatan, Jawa Tengah || detikidonesiasatu.com — UPTD Puskesmas Padangsari menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) di aula puskesmas yang berlokasi di Jalan Meranti Raya No. 389, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (13/5/2026) pagi mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan tersebut diikuti para balita, ibu hamil, serta kader kesehatan di wilayah Kelurahan Padangsari. Program PMT merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan melalui dukungan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) yang dialokasikan langsung ke seluruh puskesmas di masing-masing wilayah.
Dalam pelaksanaannya, pihak kelurahan bersama kader RW turut aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar program kesehatan tersebut tepat sasaran. Salah seorang kader RW 02 Kelurahan Padangsari mengatakan, selain pembagian PMT yang dilakukan di aula puskesmas, penyaluran makanan tambahan juga dilakukan langsung ke wilayah-wilayah berdasarkan zonasi di Kelurahan Padangsari.
“Pembagian PMT juga diantarkan ke sejumlah wilayah sesuai zonasi agar masyarakat lebih mudah menerima manfaat program ini,” ujarnya di sela kegiatan.
Suasana kegiatan tampak ramai dengan kehadiran mahasiswa Fakultas Gizi Universitas Muhammadiyah yang ikut melakukan pendampingan dan pengambilan data lapangan sebagai bagian dari tugas akademik mereka.
Salah seorang mahasiswa bernama Gina menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah pengalaman praktik lapangan sekaligus mendukung edukasi kesehatan masyarakat terkait gizi balita dan ibu hamil.
Petugas kesehatan dari Puskesmas Padangsari, Ibu Ausie, terlihat sibuk memberikan penyuluhan kesehatan dan gizi kepada para peserta. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan dan penimbangan berat badan balita sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Padangsari, Puriyanto Wahyu N, menjelaskan bahwa program PMT merupakan agenda rutin bulanan yang didukung anggaran BOK dari Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan melalui koordinasi antara puskesmas dan pihak kelurahan.
“Program ini tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi juga bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kami berharap seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi agar manfaat program kesehatan ini benar-benar dirasakan secara luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, melalui program PMT tersebut diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi keluarga semakin meningkat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu serta anak di wilayah Kecamatan Banyumanik.
Redaksi : detikindonesianews.com






