Laporan : Yogie Ps
SEMARANG || detikindonesiasatu.com— Langkah cepat dan strategis ditunjukkan jajaran Pengurus Besar Tinju Indonesia dalam membangun sinergitas dengan instansi vertikal di Jawa Tengah. Audiensi yang digelar pada Rabu (13/5) itu bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya nyata memperkuat kolaborasi antara organisasi olahraga, aparat penegak hukum, dan unsur pertahanan negara demi menjaga stabilitas sosial serta memerangi ancaman narkoba di tengah masyarakat.
Dalam agenda tersebut hadir Ketua Pengurus Besar Tinju Indonesia Kota Semarang, MF Hasan bersama Ketua Harian Pengurus Besar Tinju Indonesia Jawa Tengah, Soni Rambing. Keduanya turun langsung melakukan kunjungan ke sejumlah instansi penting guna memperkenalkan program organisasi sekaligus menyatukan visi dalam membangun masyarakat yang disiplin, solid, dan bebas narkoba.
Audiensi pertama digelar di kantor BNN Provinsi Jawa Tengah dan diterima langsung oleh Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid. Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba yang kini dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya di kalangan generasi muda dan komunitas olahraga.
MF Hasan menegaskan bahwa Pengurus Besar Tinju Indonesia tidak ingin hanya dikenal sebagai wadah olahraga bela diri semata, tetapi juga menjadi garda pembentukan karakter dan mentalitas generasi muda.
“Tujuan utama kami melakukan audiensi ini adalah untuk menyelaraskan visi. Pengurus Besar Tinju Indonesia bukan sekadar organisasi olahraga, tetapi juga sarana membentuk mentalitas positif, disiplin, dan tanggung jawab sosial. Kami ingin seluruh anggota menjadi duta anti-narkoba di lingkungan masing-masing,” tegas MF Hasan.
Menurutnya, ancaman narkoba saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Dibutuhkan kekuatan kolektif antara organisasi masyarakat, aparat negara, dan elemen pemuda untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berdaya saing.
Usai dari BNNP Jateng, rombongan Pengurus Besar Tinju Indonesia melanjutkan kunjungan ke Skadron 31/Sena Penerbad. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Komandan Skadron 31 Penerbad, Rian Wijaksono Hartanto.
Dalam audiensi tersebut, dibahas pentingnya mempererat hubungan antara organisasi kemasyarakatan dengan unsur TNI guna menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat nilai patriotisme dan semangat bela negara di tengah masyarakat.
MF Hasan menilai pembinaan olahraga bela diri harus berjalan beriringan dengan penanaman jiwa nasionalisme dan loyalitas terhadap bangsa.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan dari Letkol Cpn Rian Wijaksono. Sinergi dengan TNI menjadi energi positif bagi Pengurus Besar Tinju Indonesia untuk menanamkan semangat patriotisme, loyalitas, dan jiwa bela negara kepada seluruh anggota,” ujarnya.
Sementara itu, Soni Rambing menegaskan bahwa audiensi lintas lembaga tersebut merupakan langkah strategis agar Pengurus Besar Tinju Indonesia mampu hadir memberi dampak nyata bagi masyarakat Jawa Tengah.
“Pengurus Besar Tinju Indonesia ingin menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif melalui kemitraan kuat dengan lembaga pemerintah maupun aparat keamanan,” tandasnya.
Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, langkah Pengurus Besar Tinju Indonesia membangun komunikasi langsung dengan BNN dan TNI menjadi pesan kuat bahwa organisasi masyarakat tidak cukup hanya eksis secara nama, tetapi juga harus hadir membawa solusi nyata bagi bangsa dan generasi masa depan.
Redaksi : detikindonesiasatu.com






