BOYOLALI — Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menghadiri rapat lintas sektor (linsek) dalam rangka persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (16/4/2026) pukul 09.00–10.45 WIB di Ruang Cempaka Setda Kabupaten Boyolali.
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali M. Syawalludin, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD terkait, perwakilan TNI, serikat pekerja, serta manajemen perusahaan. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi guna memastikan pelaksanaan May Day berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Boyolali, Sawitri Danik Rahayuni, menyampaikan bahwa anggaran kegiatan tahun ini mengalami penyesuaian.
“Anggaran sekitar Rp79 juta, turun dari tahun sebelumnya Rp100 juta. Meski demikian, kegiatan tetap kami upayakan meriah dengan konsep sederhana tanpa melibatkan event organizer,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan yang direncanakan meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, panggung hiburan, serta penyerahan simbolis BPJS Ketenagakerjaan bagi para buruh.
Sekda Boyolali M. Syawalludin menekankan pentingnya efisiensi tanpa mengurangi esensi peringatan May Day.
“Kita fokus pada kesiapan kepanitiaan dan sinergi semua pihak. Mari sukseskan May Day yang aman, kondusif, serta akuntabel,” tegasnya.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk APINDO dan serikat pekerja, guna menciptakan pelaksanaan yang harmonis dan transparan.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan komitmen Polri bersama TNI dalam menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Kami akan melaksanakan pengamanan secara maksimal, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kegiatan berjalan tanpa menimbulkan korban maupun kerugian bagi para buruh,” ungkapnya.
Kapolres juga mengimbau peserta untuk menjaga ketertiban selama kegiatan.
“Hindari pelanggaran hukum seperti konsumsi minuman keras, membawa senjata tajam, maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.
Selain itu, kepolisian telah menyiapkan skenario pengamanan, termasuk pengaturan lokasi kegiatan, parkir, hingga titik transit guna mengantisipasi potensi keramaian.
Ketua DPD FKSPN Boyolali, Wahono, berharap peringatan May Day tahun ini tidak hanya bersifat seremonial.
“Kami ingin kegiatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh buruh, menjadi ajang penyegaran sekaligus meningkatkan semangat kerja,” ujarnya.
Perwakilan APINDO juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan serta komitmen menjaga kondusivitas selama perayaan.
Berdasarkan hasil rapat, peringatan May Day 2026 di Kabupaten Boyolali akan digelar pada Jumat, 1 Mei 2026, di Alun-alun Kidul Boyolali.
Seluruh rangkaian rapat berlangsung aman dan kondusif. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan serikat pekerja, diharapkan perayaan May Day 2026 di Boyolali berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi para buruh.
Redaksi : detikindonesiasatu.com







