Meninggal Saat Singgah di Rumah Rekan, Pemulung Asal Demak Diduga Alami Serangan Jantung

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Adhi

Editor : Yogie Ps

BOYOLALI || detikindonesiasatu.com – Seorang pria berinisial S (58), warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, ditemukan meninggal dunia di rumah rekannya yang berada di Dukuh Sidomulyo, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, Minggu (21/6/2026) malam.

Kapolsek Boyolali Kota, AKP Andy Setiawan, S.H., menjelaskan bahwa korban sehari-hari bekerja sebagai pemulung atau pemungut barang bekas. Sebelum meninggal dunia, korban diketahui sedang mengalami gangguan kesehatan.

Menurut keterangan yang dihimpun, korban datang ke rumah rekannya sekitar pukul 18.30 WIB dan meminta izin untuk beristirahat. Rekannya sempat menawarkan untuk mengantarkan korban berobat ke rumah sakit, namun tawaran tersebut ditolak karena korban memilih beristirahat di rumah tersebut.

Sekitar pukul 20.15 WIB, saat hendak dibangunkan, korban diketahui mengeluarkan keringat dingin, mengalami kejang, dan tidak sadarkan diri. Mengetahui kondisi tersebut, pelapor segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian itu kepada Polsek Boyolali Kota.

Mendapat laporan, petugas Polsek Boyolali Kota bersama tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali langsung mendatangi lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga, korban dinyatakan telah meninggal dunia dan diduga akibat serangan jantung. Dari hasil pemeriksaan medis juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, kecelakaan, maupun keracunan pada tubuh korban.

Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit jantung. Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan keberatan dilakukan autopsi.

Polsek Boyolali Kota telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait proses penanganan jenazah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan guna mencegah risiko yang lebih fatal.

Redaksi : detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib
Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali
Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan
iPhone 13 Pro Max Raib Usai Diminta sebagai Bukti Keseriusan, Korban Angkat Bicara
ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat
Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan
Gembok Hilang, Dapur SPPG Ketaon Dibobol, Kerugian Capai Rp21,15 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:28

Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:58

Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:53

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:42

Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:21

iPhone 13 Pro Max Raib Usai Diminta sebagai Bukti Keseriusan, Korban Angkat Bicara

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:51

ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:39

Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21

Gembok Hilang, Dapur SPPG Ketaon Dibobol, Kerugian Capai Rp21,15 Juta

Berita Terbaru

Daerah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 12:53