Diduga Ada “Atensi”, Tambang Ilegal di Klaten Tak Tersentuh Penindakan

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Klaten || detikindonesiasatu.com || 07- April – 2026,— Aktivitas penambangan pasir yang diduga ilegal di wilayah Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. Kegiatan tambang yang berlangsung secara terbuka, terutama pada malam hari, dinilai berjalan tanpa penindakan hukum yang jelas, sehingga memicu kecurigaan dan reaksi keras dari kalangan aktivis.

Sejumlah pihak menilai lemahnya respons aparat penegak hukum dan pemerintah daerah menimbulkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan serta komitmen penegakan hukum. Bupati Klaten dan jajaran Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jawa Tengah turut menjadi sorotan karena dianggap belum menunjukkan langkah tegas terhadap aktivitas yang diduga melanggar aturan tersebut.

Di tengah situasi tersebut, muncul dugaan adanya “atensi” dari pihak penambang kepada oknum tertentu yang disinyalir menjadi salah satu faktor tidak tersentuhnya aktivitas tersebut oleh penegakan hukum. Namun hingga kini, informasi tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Selain itu, beredar pula informasi di lapangan yang menyebutkan bahwa aktivitas tambang tersebut diduga berkaitan dengan seorang anggota legislatif dari Partai Gerindra berinisial ADK SASNGKO. Dugaan ini semakin memperkeruh situasi, meski belum ada pernyataan resmi yang membenarkan maupun membantah keterlibatan pihak dimaksud.

Kondisi ini memicu reaksi dari aktivis dan masyarakat sipil di Klaten. Mereka menilai adanya indikasi pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan serta merugikan negara.

“Jika dibiarkan, ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut kerusakan lingkungan dan keadilan bagi masyarakat,” ujar salah satu aktivis.

Sebagai bentuk tekanan, sejumlah elemen masyarakat dan aktivis menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Aksi tersebut bertujuan mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar segera bertindak tegas, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani dugaan pelanggaran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Klaten maupun Polda Jawa Tengah terkait dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut. Minimnya respons dinilai semakin memperkuat persepsi publik bahwa terdapat persoalan serius di balik belum adanya penindakan.

Publik kini menunggu langkah konkret aparat: apakah akan segera mengambil tindakan, atau membiarkan polemik ini terus berkembang di tengah meningkatnya tekanan dari masyarakat.

Tim/Red

Berita Terkait

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80
Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib
Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali
Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan
iPhone 13 Pro Max Raib Usai Diminta sebagai Bukti Keseriusan, Korban Angkat Bicara
ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat
Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:29

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:28

Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:58

Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:53

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:42

Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:51

ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:39

Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21

Gembok Hilang, Dapur SPPG Ketaon Dibobol, Kerugian Capai Rp21,15 Juta

Berita Terbaru

Daerah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 12:53