Vio Sari Geram! OTT Wartawan Mojokerto Dinilai Prematur dan Sarat Rekayasa

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Joe

Editor : Yogie Ps

SEMARANG || detikindonesiasatu.com — Kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang wartawan di Mojokerto terus menuai polemik. Penangkapan Muhammad Amir Asnawi pada 14 Maret 2026 tak lagi dipandang sebagai perkara hukum biasa, melainkan memunculkan dugaan adanya skenario jebakan yang terstruktur.

Sorotan keras datang dari Ketua PWO-IN Kota Semarang, Vio Sari. Ia menilai proses penangkapan tersebut terkesan prematur dan sarat kejanggalan.

Dalam keterangannya pada Sabtu (28/3/2026), Vio Sari menyampaikan bahwa Amir diduga bukan pelaku, melainkan korban dari permainan yang telah dirancang.

“Ini bukan kebetulan. Kalau dicermati, Amir bukan pelaku, tapi korban dari skenario yang disusun untuk menjeratnya,” tegas Vio di kantornya.

Kasus ini bermula dari dugaan adanya uang pelicin sebesar Rp30 juta dalam proses rehabilitasi narkoba yang tengah menjadi bahan pemberitaan Amir. Situasi memanas hingga berujung pada pertemuan antara Amir dan seorang pihak berinisial WS.

Pertemuan berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 19.50 WIB di sebuah kafe di wilayah Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dalam pertemuan tersebut, aparat dari Polres Mojokerto melakukan OTT dan mengamankan barang bukti berupa amplop berisi Rp3 juta yang disebut sebagai bukti pemerasan.

Namun, Vio Sari mempertanyakan keadilan dalam penanganan kasus ini. Ia menegaskan bahwa jika Amir dianggap menerima uang, maka pemberi uang juga harus diproses hukum.

“Kalau Amir dituduh menerima, maka yang memberi jelas melakukan penyuapan. Hukum tidak boleh tebang pilih,” ujarnya.

Lebih jauh, Vio juga mengungkapkan adanya dugaan kolusi antara pihak pemberi uang dengan oknum aparat.

“Bagaimana mereka bisa tahu waktu dan lokasi secara presisi? Ini menimbulkan kecurigaan adanya pihak yang bermain di balik layar,” tambahnya.

Ia menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, serta mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan.

“Kami tidak akan diam. Profesi pers tidak boleh jadi sasaran kriminalisasi. Bongkar semuanya dan tangkap juga pihak penyuap,” tegasnya.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kejanggalan dalam OTT tersebut. Sementara itu, tuntutan akan keadilan terus bergema di tengah masyarakat.

Redaksi : detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

KARNAVAL PASKAH SEMARAKKAN KOTA SEMARANG, RIBUAN WARGA TURUN KE JALAN
Sinergi Forkopimda Boyolali, May Day 2026 Dipastikan Aman dan Tertib
Aksi Kekerasan Gegerkan Lumajang, Kades Dibacok di Kediamannya Sendiri
Sertijab Kapolrestabes Semarang Berlangsung Hangat, Kombes Heri Wahyudi Resmi Menjabat
TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Dukung Program Kesehatan di Oransbari
Skandal Tambang Rowosari: Diduga Libatkan Oknum APH, Aktivitas Jalan Terus
Polres Salatiga Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Bio Solar, Dua Pelaku Diamankan
157 Personel Polres Boyolali Ikuti Rikkes, Kesehatan Jadi Modal Utama Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:05

KARNAVAL PASKAH SEMARAKKAN KOTA SEMARANG, RIBUAN WARGA TURUN KE JALAN

Kamis, 16 April 2026 - 10:53

Sinergi Forkopimda Boyolali, May Day 2026 Dipastikan Aman dan Tertib

Kamis, 16 April 2026 - 08:44

Aksi Kekerasan Gegerkan Lumajang, Kades Dibacok di Kediamannya Sendiri

Kamis, 16 April 2026 - 06:02

Sertijab Kapolrestabes Semarang Berlangsung Hangat, Kombes Heri Wahyudi Resmi Menjabat

Kamis, 16 April 2026 - 04:32

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Dukung Program Kesehatan di Oransbari

Rabu, 15 April 2026 - 04:00

Skandal Tambang Rowosari: Diduga Libatkan Oknum APH, Aktivitas Jalan Terus

Selasa, 14 April 2026 - 14:03

Polres Salatiga Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Bio Solar, Dua Pelaku Diamankan

Selasa, 14 April 2026 - 13:42

157 Personel Polres Boyolali Ikuti Rikkes, Kesehatan Jadi Modal Utama Bertugas

Berita Terbaru

Detik Indo Satu

Tangis Siswi 15 Tahun di Langkat: Bela Ayah, Kini Jadi Tersangka

Jumat, 17 Apr 2026 - 12:31

Oplus_131072

Detik Indo Satu

Tanpa Izin dan Sumber, Copy-Paste Berita Dinilai Melanggar Hukum

Jumat, 17 Apr 2026 - 03:51