Indah Pemandangan, Minus Pelayanan: Kampoeng Rawa Disorot Wisatawan

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Joe

Editor : Yogie Ps

Kabupaten Semarang || detikindonesiasatu.com– Destinasi wisata apung Kampoeng Rawa Ambarawa di kawasan Rawa Pening kembali menjadi sorotan. Di tengah pesona alam yang ditawarkan, sejumlah pengunjung justru mengeluhkan kualitas pelayanan, khususnya di area rumah makan.

Kampoeng Rawa dikenal sebagai agrowisata dengan konsep unik, di mana pengunjung harus menggunakan rakit untuk menuju saung-saung yang berada di tengah danau. Panorama Rawa Pening yang dikelilingi pegunungan menjadi daya tarik utama, bahkan wisatawan dapat menikmati pemandangan lima gunung sekaligus, yakni Gunung Gajah Mungkur, Merbabu, Merapi, Telomoyo, dan Ungaran.

Keindahan tersebut menjadikan Kampoeng Rawa sebagai salah satu destinasi favorit, terutama saat libur panjang seperti momen Lebaran. Namun, pengalaman berbeda dirasakan salah satu pengunjung asal Salatiga, Hartono.

Ia mengaku harus menunggu hingga sekitar satu jam untuk mendapatkan pesanan makanan. Meski memaklumi kondisi ramai saat liburan, Hartono menyayangkan sikap pelayan yang dinilai kurang memberikan kenyamanan.

“Memang ramai, jadi kami maklumi. Tapi saat masih makan, piring dan sisa makanan langsung diambil, bahkan kami diminta pindah tempat padahal belum selesai,” ujarnya.

Hartono juga menyebut anak-anaknya yang masih menghabiskan minuman terpaksa ikut berpindah meja. Padahal, menurutnya, tempat duduk tersebut sejak awal diarahkan oleh pelayan di meja nomor 58.

Ia berharap pihak manajemen Kampoeng Rawa dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, terutama saat lonjakan pengunjung terjadi. Selain itu, ia meminta rekaman CCTV di sekitar meja 58 pada Senin (23/3/2026) pukul 13.00 WIB dapat ditinjau sebagai bahan klarifikasi.

“Harapannya ke depan pelayanan bisa lebih baik dan pengunjung merasa nyaman,” tambahnya.

Keluhan ini menjadi pengingat bagi pengelola destinasi wisata untuk tidak hanya mengandalkan daya tarik alam, tetapi juga menjaga standar pelayanan, terutama di masa puncak kunjungan wisatawan.

Redaksi : detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80
Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib
Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali
Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan
iPhone 13 Pro Max Raib Usai Diminta sebagai Bukti Keseriusan, Korban Angkat Bicara
ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat
Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:29

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:28

Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:58

Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:53

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:42

Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:51

ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:39

Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21

Gembok Hilang, Dapur SPPG Ketaon Dibobol, Kerugian Capai Rp21,15 Juta

Berita Terbaru

Daerah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 12:53