Rapat Kerja Polres dan BPS Boyolali Bahas Strategi Sukseskan Sensus Ekonomi Nasional

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Ade Wahyudi

Editor : Yogie Ps

BOYOLALI || detikindonesiasatu.com – Polres Boyolali memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat kerja yang digelar di Lobby Polres Boyolali, Selasa (9/6/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra, dan dihadiri perwakilan BPS Kabupaten Boyolali, para Pejabat Utama Polres Boyolali, Kapolsek jajaran, serta staf BPS Boyolali.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan BPS guna memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan aman, tertib, dan efektif. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang benar mengenai kegiatan sensus agar tidak mudah tertipu oleh oknum yang berpotensi menyalahgunakan identitas petugas untuk melakukan tindak kejahatan.

“Koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar warga dapat mengenali petugas resmi sensus dan memberikan dukungan terhadap proses pendataan,” ujarnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Boyolali siap memberikan dukungan penuh melalui kegiatan sosialisasi, pengamanan, serta pendampingan petugas BPS selama pelaksanaan pendataan di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif sehingga seluruh tahapan sensus dapat berjalan lancar.

Sementara itu, penanggung jawab Sensus Ekonomi 2026 BPS Kabupaten Boyolali, Suharjo, menjelaskan bahwa kegiatan pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Ia menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan karakteristik ekonomi masyarakat, perkembangan dunia usaha, pertumbuhan ekonomi digital, hingga kondisi ekonomi berbasis lingkungan di Kabupaten Boyolali.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, seluruh petugas sensus akan dibekali identitas resmi dan atribut khusus sehingga mudah dikenali masyarakat. Sebanyak 1.182 petugas akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Boyolali guna menyukseskan program nasional tersebut.

Melalui rapat kerja ini, Polres Boyolali dan BPS Kabupaten Boyolali menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Hasil sensus nantinya diharapkan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan serta memperkuat sektor ekonomi di masa mendatang.

Redaksi: detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80
Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib
Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali
Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan
iPhone 13 Pro Max Raib Usai Diminta sebagai Bukti Keseriusan, Korban Angkat Bicara
ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat
Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:29

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:28

Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:58

Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:53

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:42

Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:51

ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:39

Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21

Gembok Hilang, Dapur SPPG Ketaon Dibobol, Kerugian Capai Rp21,15 Juta

Berita Terbaru

Daerah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 12:53