Terdakwa Balik Serang: Sebut Nama Pelaku, Klaim Jadi Korban Penyiksaan

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Laporan : Yogie Ps

INDRAMAYU || detikindonesiasatu.com — Persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Rabu (29/4/2026), berubah ricuh dan penuh ketegangan. Terdakwa Ririn Rifanto meledak di ruang sidang Pengadilan Negeri Indramayu, berteriak lantang menolak semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.

“Saya bukan pelakunya!” teriak Rifanto di hadapan majelis hakim.

Suasana sidang langsung memanas. Aksi tarik-menarik antara jaksa penuntut umum dan tim kuasa hukum sempat terjadi, memicu kegaduhan yang membuat jalannya persidangan nyaris tak terkendali.

Tak hanya membantah, Rifanto secara terbuka menyebut sejumlah nama yang disebutnya sebagai pelaku sebenarnya.

“Pelakunya Aman Yani, Joko, Hardi, dan Yoga,” ucapnya lantang.

Lebih jauh, Rifanto melontarkan tudingan serius: ia mengaku menjadi korban kekerasan saat proses penyidikan. Dengan kondisi berjalan pincang, ia mengklaim dipaksa mengaku melalui penyiksaan.

“Kaki saya dipatahin, pak. Disuruh mengakui membunuh. Yang mematahkan kepolisian,” ungkapnya di ruang sidang.

Pernyataan itu sontak menambah panas jalannya perkara yang sejak awal sudah menyedot perhatian publik. Kasus pembunuhan sadis ini sendiri terjadi pada Agustus 2025 dan hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Kuasa hukum terdakwa, Toni RM, menyebut reaksi kliennya sebagai puncak frustrasi atas proses persidangan yang dinilai belum menghadirkan fakta utuh. Ia menyoroti belum dihadirkannya saksi kunci, Priyo Bagus Setiawan.

“Priyo ini saksi penting. Dia mengaku mengetahui dan bahkan ikut menguburkan jenazah atas perintah Aman Yani. Dia juga yang bisa memastikan bahwa Ririn tidak berada di lokasi saat kejadian,” tegas Toni.

Menurutnya, konstruksi perkara yang sebenarnya berbeda jauh dari dakwaan. Ia menyebut Hadi dan Yoga sebagai eksekutor, sementara Aman Yani diduga sebagai otak pelaku. Adapun proses penguburan jenazah disebut dilakukan oleh Joko dan Priyo.

“Kami punya rekaman video yang bisa membuka fakta sebenarnya. Hakim sudah memberi ruang untuk itu dijadikan alat bukti,” lanjutnya.

Di sisi lain, kepolisian membantah tudingan adanya penyiksaan dalam proses penyidikan. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa perkara telah diproses sesuai prosedur.

“Kasus ini sudah melalui proses penyidikan dan berkas telah dinyatakan lengkap oleh jaksa. Saat ini memasuki tahap persidangan dalam sistem peradilan pidana,” ujarnya.

Namun, klaim saling bertolak belakang antara terdakwa dan aparat penegak hukum kini menjadi sorotan serius. Publik menanti, apakah fakta persidangan akan membuka kebenaran—atau justru memperdalam misteri di balik pembunuhan brutal ini.

Redaksi : detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

Nahas! 3 Remaja Diserempet Kereta di Brebes, Korban Tewas Alami Luka Parah di Kepala
Dishub Diserbu Sopir Truk, Video Pengepungan di Palembang Viral
182 Sertifikat Tanah Warga Tembalang Gugur, Kuasa Hukum Soroti Putusan PTUN
Kecelakaan Maut di Toba, Bus Angkut Pelajar Nyemplung ke Jurang
Perlintasan Tanpa Pengaman Kembali Makan Nyawa: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil Rombongan Haji
Sinergi Polisi dan Buruh di May Day 2026, Boyolali Tampil Beda
Boyolali Siaga! Seluruh Personel Dikerahkan Jelang May Day
Kasus Santri Dicabuli di Semarang Naik Tahap I, Aparat Didesak Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:53

Nahas! 3 Remaja Diserempet Kereta di Brebes, Korban Tewas Alami Luka Parah di Kepala

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:48

Dishub Diserbu Sopir Truk, Video Pengepungan di Palembang Viral

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:13

182 Sertifikat Tanah Warga Tembalang Gugur, Kuasa Hukum Soroti Putusan PTUN

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:50

Kecelakaan Maut di Toba, Bus Angkut Pelajar Nyemplung ke Jurang

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:06

Sinergi Polisi dan Buruh di May Day 2026, Boyolali Tampil Beda

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:41

Terdakwa Balik Serang: Sebut Nama Pelaku, Klaim Jadi Korban Penyiksaan

Kamis, 30 April 2026 - 10:56

Boyolali Siaga! Seluruh Personel Dikerahkan Jelang May Day

Kamis, 30 April 2026 - 10:37

Kasus Santri Dicabuli di Semarang Naik Tahap I, Aparat Didesak Transparan

Berita Terbaru