Nekat Lawan Palang, Truk Berakhir Ringsek Dihantam Kereta

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Yogie Ps

BLITAR, JAWA TIMUR || detikindonesiasatu.com — Disiplin yang diabaikan kembali nyaris berujung petaka. Kereta Api (KA) 408 Commuter Line Dhoho relasi Kertosono–Malang menabrak sebuah truk yang memaksa melintas di perlintasan resmi terjaga antara Stasiun Blitar–Garum, Selasa (28/4/2026) malam.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.35 WIB di JPL 190 KM 120+448. Saat sirene peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut justru nekat menerobos. Bukannya selamat, kendaraan itu malah mogok tepat di tengah rel—mengunci jalur kereta yang melaju.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyebut petugas telah memberikan Semboyan 3 atau sinyal darurat agar kereta segera berhenti. Namun jarak yang terlalu dekat membuat benturan tidak terhindarkan.

“Truk tetap melintas saat peringatan sudah jelas. Ketika berada di tengah perlintasan, kendaraan justru mogok dan menghalangi jalur,” tegas Tohari.

Dampak tabrakan membuat lokomotif KA 408 mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran. Kereta pun terpaksa berhenti di lokasi sebelum dilakukan penanganan darurat.

Meski insiden ini cukup keras, tidak ada korban jiwa maupun luka. Masinis, kru, seluruh penumpang, hingga sopir truk dilaporkan selamat. Namun kejadian ini kembali menyoroti rendahnya kepatuhan pengguna jalan di perlintasan sebidang.

Evakuasi truk selesai sekitar pukul 22.00 WIB, dilanjutkan perbaikan sementara pada lokomotif. KA Dhoho sempat ditarik mundur ke Stasiun Blitar untuk pemeriksaan sebelum akhirnya diberangkatkan kembali menuju Malang pada pukul 23.48 WIB dengan kecepatan terbatas.

KAI menegaskan, tindakan menerobos perlintasan saat sinyal peringatan aktif adalah pelanggaran serius yang membahayakan banyak nyawa.

“Sirene sudah berbunyi, petugas sudah siaga. Perlintasan bukan tempat uji nyali,” pungkas Tohari.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras: palang pintu bukan sekadar formalitas. Sekali nekat, konsekuensinya bisa fatal.

Redaksi : detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80
Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib
Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali
Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan
iPhone 13 Pro Max Raib Usai Diminta sebagai Bukti Keseriusan, Korban Angkat Bicara
ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat
Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:29

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:28

Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:58

Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:53

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:42

Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:51

ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:39

Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21

Gembok Hilang, Dapur SPPG Ketaon Dibobol, Kerugian Capai Rp21,15 Juta

Berita Terbaru

Daerah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 12:53