Bekasi, 27 April 2026 |detikindonesiasatu.com| — Telah terjadi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam sekitar pukul 20.50 WIB yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek.
Berdasarkan informasi awal, KRL Commuter Line yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di jalur Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan di depan jalur. Gangguan tersebut diduga karena insiden taksi tertabrak di perlintasan rel, sehingga perjalanan KRL terhenti.
Tidak lama kemudian, dari arah belakang melaju kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL dengan keras.
Benturan terjadi sekitar pukul 20.53–20.55 WIB dan menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL, terutama gerbong khusus wanita.
Sedikitnya 4 orang meninggal dunia
Puluhan penumpang luka-luka, sekitar 38 orang dilarikan ke rumah sakit.

Sejumlah korban sempat terjebak di dalam gerbong dan dievakuasi menggunakan alat berat.
Pasca tabrakan, suasana di lokasi dilaporkan panik dan kacau. Penumpang berhamburan keluar dari gerbong, sementara petugas SAR, kepolisian, dan pihak KAI melakukan evakuasi besar-besaran.
Lebih dari 20 ambulans dikerahkan untuk menangani korban dan membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pihak berwenang menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi. Dugaan sementara mengarah pada rangkaian kejadian beruntun di jalur, termasuk gangguan di perlintasan yang menyebabkan KRL berhenti mendadak.
Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kereta terbesar di wilayah Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir. Pihak PT KAI menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perjalanan kereta api.
Penulis: Suntono






