Dalang Ki Catur Nugroho Hipnotis Warga Banyumanik dalam Pagelaran Penuh Makna

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Joe

Editor : Yogie Ps

SEMARANG || detikindonesiasatu.com– Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Balai RW 3 Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Selatan, Sabtu malam (25/4/2026). Di bawah temaram lampu dan langit malam yang tenang, masyarakat berkumpul di Jalan Grafika Raya No. 2 untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dengan lakon Aji Narantaka—sebuah kisah yang sarat makna tentang perjuangan, pengorbanan, dan kebijaksanaan hidup.

Pagelaran ini bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Jawa. Kepiawaian Dalang Ki Catur Nugroho asal Boyolali mampu menghipnotis penonton dari berbagai kalangan. Setiap suluk yang dilantunkan, setiap gerak wayang yang dimainkan, seolah menjadi jembatan antara manusia dengan nilai-nilai kehidupan yang semakin hari kian tergerus zaman.

Suasana semakin hangat dengan kehadiran Bagong Mantri yang mengundang tawa melalui guyonan khasnya. Di tengah gelak tawa itu, terselip pesan-pesan sosial yang mengena—mengajak masyarakat untuk tetap guyub, rukun, dan saling menjaga di tengah dinamika kehidupan modern.

Acara ini turut dihadiri oleh Lurah Padangsari, Sri Agustina Wulandari, bersama jajaran Muspika setempat. Kehadiran para pemangku wilayah ini menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar hiburan, pagelaran wayang kulit ini merupakan bagian dari tradisi Merti Desa—sebuah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan berkah. Tradisi yang digelar setiap tahun ini menjadi momentum sakral bagi warga untuk merefleksikan perjalanan hidup sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Tiga kelurahan bersatu dalam gelaran penuh makna ini. Kelurahan Padangsari sebagai tuan rumah, didukung oleh Kelurahan Banyumanik dan Kelurahan Gedawang. Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa di tengah perbedaan, semangat gotong royong dan kekeluargaan tetap hidup dan tumbuh.

Di penghujung malam, ketika layar kelir perlahan meredup dan gamelan mulai senyap, tersisa rasa hangat di hati setiap yang hadir. Wayang bukan hanya cerita—ia adalah cermin kehidupan, pengingat akan jati diri, dan doa yang dilangitkan bersama dalam diam.

Redaksi: detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

Final Panas! E-Sports Kapolres Boyolali 2026 Lahirkan Juara Baru
Turnamen E-Sports Kapolres Boyolali Jadi Wadah Bakat Sekaligus Benteng Kenakalan Remaja
Korsleting Listrik Jadi Biang, Rumah Warga Boyolali Terbakar Hebat
Dahnil Anzar Simanjuntak Temui Calhaj Kloter 34, Kapolres Boyolali Kawal Ketat di Donohudan
Diguyur Hujan Lebat, Karang Kidul Semarang Tergenang—Motor Mogok, Lalin Lumpuh
Nahas! 3 Remaja Diserempet Kereta di Brebes, Korban Tewas Alami Luka Parah di Kepala
Dishub Diserbu Sopir Truk, Video Pengepungan di Palembang Viral
182 Sertifikat Tanah Warga Tembalang Gugur, Kuasa Hukum Soroti Putusan PTUN

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 09:57

Final Panas! E-Sports Kapolres Boyolali 2026 Lahirkan Juara Baru

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:11

Turnamen E-Sports Kapolres Boyolali Jadi Wadah Bakat Sekaligus Benteng Kenakalan Remaja

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:51

Korsleting Listrik Jadi Biang, Rumah Warga Boyolali Terbakar Hebat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:27

Dahnil Anzar Simanjuntak Temui Calhaj Kloter 34, Kapolres Boyolali Kawal Ketat di Donohudan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43

Diguyur Hujan Lebat, Karang Kidul Semarang Tergenang—Motor Mogok, Lalin Lumpuh

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:48

Dishub Diserbu Sopir Truk, Video Pengepungan di Palembang Viral

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:13

182 Sertifikat Tanah Warga Tembalang Gugur, Kuasa Hukum Soroti Putusan PTUN

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:50

Kecelakaan Maut di Toba, Bus Angkut Pelajar Nyemplung ke Jurang

Berita Terbaru