50 Peserta Ikuti Pelatihan, Boyolali Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Tangani Konflik

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Angger S

Editor : Yogie Ps

BOYOLALI || detikindonesiasatu.com – Upaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial terus digencarkan di Kabupaten Boyolali. Salah satunya melalui kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat sipil dalam penyelesaian konflik sosial yang digelar di Kantor Kesbangpol, Kecamatan Mojosongo, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Hadir pula sejumlah narasumber dari unsur legislatif dan pemerintah daerah, di antaranya anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Antonius Yogo Prabowo dan Tugiman B. Semita, serta jajaran Badan Kesbangpol Boyolali.

Ketua Pokja Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Boyolali, Puspito Aris Gunawan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mencegah potensi konflik sosial.

“Kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan di lingkungan, termasuk peredaran obat-obatan terlarang yang dapat merusak generasi muda. Penanganan konflik harus dilakukan secara humanis, edukatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan yang harmonis, salah satunya melalui penguatan nilai toleransi di tengah keberagaman.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Tugiman B. Semita, menyoroti masih adanya potensi konflik di tengah masyarakat yang beragam.

“Keberagaman adalah keniscayaan di setiap daerah, baik dari sisi sosial maupun keagamaan. Di sinilah pentingnya komunikasi yang efektif serta peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga toleransi,” ungkapnya.

Menurutnya, konflik sosial tidak hanya dipicu oleh perbedaan keyakinan, tetapi juga faktor ekonomi seperti pengangguran dan kesenjangan sosial.

“Persoalan ekonomi, termasuk pengelolaan sumber daya alam, juga dapat menjadi pemicu konflik. Karena itu, diperlukan sinergi semua pihak untuk meredam dan mencegah potensi konflik sejak dini,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel bertema konflik interpersonal dalam komunikasi dan hubungan sosial, serta peran serta masyarakat dalam penanganan konflik. Sesi tanya jawab interaktif turut memperkaya pemahaman peserta.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mendeteksi serta menyelesaikan konflik sosial dapat meningkat, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Boyolali tetap aman dan kondusif.

#Kapolresboyolali

#Kabupatenboyolali

#Kesbangpol

#Kecamatanmojosongo

Redaksi : detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

Dishub Diserbu Sopir Truk, Video Pengepungan di Palembang Viral
182 Sertifikat Tanah Warga Tembalang Gugur, Kuasa Hukum Soroti Putusan PTUN
Kecelakaan Maut di Toba, Bus Angkut Pelajar Nyemplung ke Jurang
Perlintasan Tanpa Pengaman Kembali Makan Nyawa: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil Rombongan Haji
Sinergi Polisi dan Buruh di May Day 2026, Boyolali Tampil Beda
Terdakwa Balik Serang: Sebut Nama Pelaku, Klaim Jadi Korban Penyiksaan
Boyolali Siaga! Seluruh Personel Dikerahkan Jelang May Day
Kasus Santri Dicabuli di Semarang Naik Tahap I, Aparat Didesak Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:48

Dishub Diserbu Sopir Truk, Video Pengepungan di Palembang Viral

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:13

182 Sertifikat Tanah Warga Tembalang Gugur, Kuasa Hukum Soroti Putusan PTUN

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:50

Kecelakaan Maut di Toba, Bus Angkut Pelajar Nyemplung ke Jurang

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:54

Perlintasan Tanpa Pengaman Kembali Makan Nyawa: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil Rombongan Haji

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:41

Terdakwa Balik Serang: Sebut Nama Pelaku, Klaim Jadi Korban Penyiksaan

Kamis, 30 April 2026 - 10:56

Boyolali Siaga! Seluruh Personel Dikerahkan Jelang May Day

Kamis, 30 April 2026 - 10:37

Kasus Santri Dicabuli di Semarang Naik Tahap I, Aparat Didesak Transparan

Kamis, 30 April 2026 - 06:23

Penunjukan Plt Kepala DPU-PR Salatiga Dikritik, Dinilai Tak Sesuai Latar Belakang

Berita Terbaru