Laporan : Adhi
Editor : Yogie Ps
Boyolali || detikindonesiasatu.com – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran personel terkait pencegahan penyakit menular, Polres Boyolali menggelar kegiatan Forum Belajar Bersama bertema “Ayo Bersama Akhiri TBC, Indonesia Bisa” di Aula Bhara Merapi Polres Boyolali, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti perwakilan personel Polres Boyolali, anggota Polsek jajaran, serta para operator. Hadir dalam kegiatan tersebut AKP Budi Setiawan, S.Ikom., selaku Kasubbagwatpers Bag SDM, dan Iptu Joko Siswanto, S.T., M.M., selaku Kasubbagbinkar Bag SDM.
Forum edukasi kesehatan ini menghadirkan narasumber dr. Anneke Susilo Dewi, Sp.P., dokter spesialis paru dari RS Indriati Boyolali. Dalam pemaparannya, ia memberikan penjelasan menyeluruh mengenai bahaya Tuberculosis (TBC), mulai dari pola penularan, gejala, pencegahan, hingga proses pengobatan penyakit tersebut.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui AKP Budi Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan Forum Belajar Bersama merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengetahuan personel, termasuk di bidang kesehatan, guna menunjang kesiapsiagaan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sesi materi, dijelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun juga dapat mengenai organ tubuh lain seperti tulang, ginjal, hingga kulit.
Narasumber juga menegaskan bahwa TBC bukan penyakit keturunan maupun hal mistis, melainkan penyakit yang dapat disembuhkan melalui penanganan medis yang tepat dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai situasi TBC di Indonesia, faktor risiko, gejala klinis, hingga metode pemeriksaan seperti mikroskopis, Tes Cepat Molekuler (TCM), dan kultur laboratorium. Pentingnya deteksi dini, pemeriksaan dahak yang benar, serta pemanfaatan teknologi laboratorium berbasis sistem notifikasi hasil pemeriksaan pasien juga turut disampaikan dalam forum tersebut.
Dalam pemaparannya, dr. Anneke menekankan bahwa penularan TBC terjadi melalui udara, terutama dari percikan ludah saat penderita berbicara, batuk, atau bersin tanpa menggunakan pelindung. Oleh karena itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan masker, menjaga ventilasi udara, olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, serta etika batuk yang benar menjadi langkah penting dalam memutus rantai penyebaran TBC.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk memperdalam pemahaman terkait gejala, pengobatan, efek samping obat TBC, hingga langkah penanganan apabila ditemukan indikasi penyakit di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Polres Boyolali berharap seluruh personel dapat menjadi agen edukasi kesehatan, meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan TBC, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas Tuberculosis.
Redaksi : detikindonesiasatu.com






