KPK Ultimatum Bos Rokok HS yang Mangkir, Kasus Suap DJBC Terus Dikembangkan

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Magelang ||detikindonesiasatu.com|| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan.

Salah satu pihak yang dipanggil sebagai saksi dalam perkara ini adalah Muhammad Suryo, pengusaha sekaligus pemilik usaha rokok merek HS yang berbasis di Magelang, Jawa Tengah.

Namun, dalam pemanggilan yang dijadwalkan, Muhammad Suryo tidak hadir memenuhi panggilan penyidik KPK tanpa keterangan resmi. KPK menyatakan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan dan berharap yang bersangkutan dapat kooperatif dalam proses hukum yang berjalan.

Kasus ini sendiri merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal Februari 2026. Dalam pengusutan tersebut, sejumlah pihak, termasuk oknum pejabat dan pihak swasta, diduga terlibat dalam praktik suap terkait pengurusan di sektor kepabeanan dan cukai.

KPK menegaskan bahwa seluruh pihak yang dipanggil sebagai saksi memiliki kewajiban untuk memenuhi panggilan dan memberikan keterangan guna memperlancar proses penyidikan. Ketidakhadiran tanpa alasan dapat menghambat penegakan hukum yang sedang berjalan.

Poin Penting:

🔴 Muhammad Suryo dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap di DJBC

🔴 Yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan tanpa keterangan

🔴 Kasus ini merupakan pengembangan dari OTT KPK sebelumnya

🔴 KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan dan mendorong sikap kooperatif

🔴 Penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap aliran dana dan pihak terkait

KPK mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung serta mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia secara transparan dan akuntabel.

Perkembangan kasus ini masih terus dipantau dan berpotensi mengungkap keterlibatan pihak lain. Publik diharapkan tetap bijak dalam menyikapi informasi dan menunggu hasil resmi dari KPK.

 

Laporan: Suntono

Sumber: Tribun Temanggung

Berita Terkait

Pengajian Anwar Zahid di Boyolali Dijaga Ketat, Personel Disiagakan Sejak Sore
Dalmas dan Raimas Diuji, Polres Boyolali Perkuat Kesiapsiagaan Kamtibmas
Aksi Heroik Sopir Truk di Semarang: Rem Blong, Hindari Kerumunan Pelajar
Izin Tak Lengkap, GABSI Minta Pemkab Semarang Tutup Celosia
Malam Minggu Mencekam! Tim Siraju Polres Jepara Sikat Pesta Miras dan Balap Liar Hingga Dini Hari
Tak Gentar Isu Ijazah, Jokowi: Forum Pembuktian Ada di Pengadilan
Dari Rebana hingga Doa, Halal Bihalal Padangsari Satukan Hati Warga
Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Kasus Koperasi BMJ Seret Anggota DPRD

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:57

Pengajian Anwar Zahid di Boyolali Dijaga Ketat, Personel Disiagakan Sejak Sore

Senin, 13 April 2026 - 14:35

Dalmas dan Raimas Diuji, Polres Boyolali Perkuat Kesiapsiagaan Kamtibmas

Senin, 13 April 2026 - 09:41

Aksi Heroik Sopir Truk di Semarang: Rem Blong, Hindari Kerumunan Pelajar

Senin, 13 April 2026 - 07:44

Izin Tak Lengkap, GABSI Minta Pemkab Semarang Tutup Celosia

Senin, 13 April 2026 - 05:25

Malam Minggu Mencekam! Tim Siraju Polres Jepara Sikat Pesta Miras dan Balap Liar Hingga Dini Hari

Minggu, 12 April 2026 - 14:39

Tak Gentar Isu Ijazah, Jokowi: Forum Pembuktian Ada di Pengadilan

Minggu, 12 April 2026 - 14:08

Dari Rebana hingga Doa, Halal Bihalal Padangsari Satukan Hati Warga

Minggu, 12 April 2026 - 11:39

Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Kasus Koperasi BMJ Seret Anggota DPRD

Berita Terbaru