Kasus Pengeroyokan di Kedai Kopi 72, Aparat Diuji Ungkap Pelaku dan Motif

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Yogie Ps

PEKANBARU || detikindonesiasatu.com – Alih-alih menjadi ruang penyelesaian, meja perundingan justru berubah menjadi arena kekerasan. Seorang pria, Sayuti Malik Panay (53), menjadi korban pengeroyokan brutal saat proses negosiasi penarikan mobil di sebuah kedai kopi di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/4/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi di Kedai Kopi 72, Jalan Belimbing, Kelurahan Wanaraja, Kecamatan Marpoyan Damai. Pertemuan yang semestinya berlangsung dingin dan rasional justru memanas akibat buntu kesepakatan. Ketegangan yang tak terkendali diduga menjadi pemicu berubahnya dialog menjadi aksi kekerasan.

Menurut keterangan korban, situasi mulai di luar kendali saat dirinya mengangkat meja—sebuah respons spontan di tengah tekanan. Namun, tindakan tersebut justru diduga menjadi dalih bagi pihak lain untuk melakukan aksi main hakim sendiri.

Tak butuh waktu lama, suasana berubah mencekam. Sejumlah orang di lokasi, termasuk yang berinisial D dan AY, diduga secara bersama-sama melakukan pengeroyokan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar. Korban tak berkutik saat serangan datang bertubi-tubi.

Akibat insiden itu, Sayuti mengalami luka di bagian kepala dan tangan—bukti nyata bahwa negosiasi telah bergeser menjadi kekerasan terbuka. Ia pun memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kepala Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggirian diansyah , membenarkan adanya laporan tersebut. Namun hingga kini, proses masih berada pada tahap penyelidikan.

“Masih kami dalami, keterangan saksi dan barang bukti terus dikumpulkan,” ujarnya singkat.

Kasus ini kini menjadi sorotan, bukan hanya soal pengeroyokan, tetapi juga tentang bagaimana mekanisme penarikan kendaraan bisa berujung pada tindakan brutal. Aparat kepolisian dituntut bergerak cepat dan transparan untuk mengungkap siapa saja yang bertanggung jawab.

Di tengah maraknya praktik penarikan kendaraan yang kerap memicu konflik, peristiwa ini kembali menjadi alarm keras: ketika hukum tak ditegakkan dengan tegas, kekerasan bisa dengan mudah mengambil alih.

#Sumberinstagramcakaplah

Redaksi : detikindonesiasatu.com

Berita Terkait

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80
Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib
Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali
Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan
iPhone 13 Pro Max Raib Usai Diminta sebagai Bukti Keseriusan, Korban Angkat Bicara
ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat
Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:29

Kapolres Boyolali Resmi Buka Turnamen Voli Abimanyu Cup 2026, Semarak Hari Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:28

Silaturahmi dengan PSHT, Kapolres Boyolali Tekankan Pengesahan Aman dan Tertib

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:58

Lomba Mancing Jadi Ajang Pererat Soliditas Keluarga Besar Polres Boyolali

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:53

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:42

Digerebek Saat Lepas Lilitan Dinamo, Karyawan PT Diamond Fit Diduga Curi Aset Perusahaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:51

ODGJ Mengamuk Bawa Pisau Daging di Nogosari, Polisi Bertindak Cepat

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:39

Tarif SIM Diduga Melambung di Boyolali, Masyarakat Minta Penelusuran Transparan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21

Gembok Hilang, Dapur SPPG Ketaon Dibobol, Kerugian Capai Rp21,15 Juta

Berita Terbaru

Daerah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 12:53