Dari Insentif Rp400 Ribu hingga Transfer Langsung: Pemerintah Klaim Perbaikan Nasib Guru

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pemerintah menggarisbawahi satu pesan: kesejahteraan guru tak boleh lagi berjalan di tempat. Dalam keterangan pers di lingkungan Istana Kepresidenan, Jumat, 27 Februari 2026, Sekretaris Kabinet membeberkan sejumlah langkah yang disebutnya sebagai koreksi atas pola lama kebijakan pendidikan.

Sorotan utama jatuh pada insentif guru honorer. Selama dua dekade terakhir—2005 hingga 2025—skema insentif memang ada, tetapi nominalnya tak bergerak signifikan. Pemerintah kini mengerek angka itu menjadi Rp400 ribu pada masa pemerintahan Presiden .

“Dari tahun 2005 sampai 2025, ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,” ujar Teddy.

Kenaikan juga menyentuh guru non-ASN. Tunjangan yang semula Rp1,5 juta dinaikkan menjadi Rp2 juta. Pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari penguatan perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru—sebuah profesi yang kerap menjadi tulang punggung sistem pendidikan, tetapi tak selalu mendapat dukungan setimpal.

Tak hanya soal angka, pemerintah juga membongkar pola distribusi. Jika sebelumnya tunjangan disalurkan melalui pemerintah daerah dan diterima tiap tiga bulan, kini dana dikirim langsung ke rekening guru setiap bulan. Skema ini diklaim memangkas jalur birokrasi dan meminimalkan keterlambatan.

“Tahun lalu, Presiden memberi instruksi, agar setiap bulan, itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan. Tentunya semua tadi diwadahi oleh Kementerian Dikdasmen,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis kekhawatiran tentang pemangkasan program pendidikan. Teddy memastikan seluruh program tetap berjalan.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” tandasnya.

Kebijakan ini diproyeksikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah menempatkan guru sebagai titik tumpu pembangunan manusia. Kenaikan insentif dan perbaikan tata kelola disodorkan sebagai bukti komitmen. Tinggal menunggu, sejauh mana perubahan administratif dan tambahan nominal itu benar-benar terasa di ruang-ruang kelas.

Berita Terkait

Aksi Kekerasan Gegerkan Lumajang, Kades Dibacok di Kediamannya Sendiri
Sertijab Kapolrestabes Semarang Berlangsung Hangat, Kombes Heri Wahyudi Resmi Menjabat
TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Dukung Program Kesehatan di Oransbari
Skandal Tambang Rowosari: Diduga Libatkan Oknum APH, Aktivitas Jalan Terus
Polres Salatiga Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Bio Solar, Dua Pelaku Diamankan
157 Personel Polres Boyolali Ikuti Rikkes, Kesehatan Jadi Modal Utama Bertugas
Halal Bihalal PP Polri 2026, Momentum Pererat Soliditas Bhayangkara di Boyolali
Pernyataan Dukungan Pemuda Katolik Jawa Tengah Terkait Aduan atas Ceramah Jusuf Kalla

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 08:44

Aksi Kekerasan Gegerkan Lumajang, Kades Dibacok di Kediamannya Sendiri

Kamis, 16 April 2026 - 06:02

Sertijab Kapolrestabes Semarang Berlangsung Hangat, Kombes Heri Wahyudi Resmi Menjabat

Kamis, 16 April 2026 - 04:32

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Dukung Program Kesehatan di Oransbari

Rabu, 15 April 2026 - 04:00

Skandal Tambang Rowosari: Diduga Libatkan Oknum APH, Aktivitas Jalan Terus

Selasa, 14 April 2026 - 14:03

Polres Salatiga Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Bio Solar, Dua Pelaku Diamankan

Selasa, 14 April 2026 - 12:32

Halal Bihalal PP Polri 2026, Momentum Pererat Soliditas Bhayangkara di Boyolali

Selasa, 14 April 2026 - 10:32

Pernyataan Dukungan Pemuda Katolik Jawa Tengah Terkait Aduan atas Ceramah Jusuf Kalla

Selasa, 14 April 2026 - 10:15

Operasi Senyap Resmob Polres Salatiga Bongkar Penimbunan Solar Subsidi, Puluhan Jerigen Disita

Berita Terbaru