YOGYAKARTA – Aksi penyampaian aspirasi di depan Markas Polda DIY, Rabu, sempat berujung ricuh. Pagar sisi timur markas kepolisian itu dilaporkan mengalami kerusakan. Meski demikian, aparat menyatakan situasi dapat dikendalikan dan kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta tetap aman.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa di Tual yang menjadi latar belakang aksi tersebut.
“Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Ihsan menyayangkan aksi yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh dan disertai perusakan fasilitas.
“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengerusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” katanya.
Dalam pengamanan, polisi sempat mengamankan tiga mahasiswa. Ketiganya kemudian diserahkan kembali kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah koordinasi dengan kampus.
Ihsan juga membantah kabar penggunaan gas air mata maupun tembakan peringatan. “Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi,” ujarnya.
Hingga malam hari, arus lalu lintas di depan Mapolda telah kembali normal. Kepolisian memastikan situasi kamtibmas di wilayah DIY dalam kondisi kondusif.







